Reog, Sebuah Misi Protes Ki Ageng Kutu
03 September 2018

Siapa tak kenal reog? Ya, kesenian asli Indonesia yang sempat ramai diperbincangkan saat itu karena akan “diakui” oleh negara tetangga itu ternyata punya sejarah panjang.

Reog diketahui berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Konon, reog adalah misi protes Ki Ageng Kutu kepada kerajaan Majapahit kala itu yang dipimpin oleh Bhre Kertabumi yang memiliki istri seorang keturunan Tiongkok yang kebetulan mempunyai andil cukup besar dalam memonopoli kerajaan Majapahit.

Dalam tarian reog, terdapat bentuk kepala singa yang merepresentasikan Kertabumi, sebagai raja hutan, dikombinasikan dengan bulu merak yang disusun di atasnya. Bulu merak di sini merepresentasikan pengaruh Tiongkok yang setiap saat memantau gerak-gerik Kertabumi.

Reog sendiri mulai dikenal sejak tahun 1902.  Dalam perkembangannya, alur cerita pementasan reog banyak dimodifikasi. Satu yang masih kental dari reog adalah tariannya yang berbau mistis. Dalambeberapa pertunjukan reog, pemainnya dibuat kerasukan arwah makhluk lain sehingga bisa melakukan hal-hal di luar nalar.

Tarian reog kini lebih menarik karena dipadukan dengan gerakan koreografi dengan alur cerita yang sudah dimodifikasi. Tarian reog banyak ditampilkan dalam acara-acara kesenian, hari besar nasional, hari besar keagamaan, hingga acara kenegaraan yang sekaligus menjadi bukti bahwa reog berasal dari Indonesia.

Tidak diragukan lagi Indonesia memang kaya akan ragam kebudayaannya. Dari satu jenis tarian saja kita bisa mendapatkan pesan moral yang berhaga. Bukan tanpa alasan DGD Indonesia mengangkat tema reog ke dalam salah satu desain t-shirt nya.

SHOPPING CART

CLOSE